KEDHANAKEDHINICOFFEE.COM – Memasuki bulan oktober, yaitu hari pertama atau tanggal satu adalah harinya para pegiat, penikmat, pengusaha, petani dan seluruh lapisan masyarakat di dunia merayakan hari kopi internasional / International Coffee Day. Tak hanya di kota-kota besar saja yang merayakan acara International Coffee Day yang bersamaan dengan hari kesaktian Pancasila, kota Banjarnegara pun merayakan gelaran International Coffee Day yang bertempat di alun-alun Kota Banjarnegara bersamaan dengan acara Sunmor ( Sunday Morning ).
Tanggal 1 Oktober ini menjadi hari yang cukup menarik untuk admin kedhanakedhinicoffee.com, diawalai dengan pagi hari ketika masih berada di rumah, tiba-tiba kakak perempuan menunjukan bahwa ada oleh-oleh kopi dari Toraja.
Toraja Coffee
Pagi-pagi hanya sempat sarapan, belum sempat ngopi sudah bergegas ke Serayu Adventure Indonesia, sebuah tempat outdor yang berisi tempat makan, tempat nongkrong, penginapan dan tentunya untuk rafting juga. Nah, dateng ke Serayu Adventure Indonesia ada panggilan ( job motret ) untuk pengajar Neutron Banjarnegara dan Wonosobo. Karena ada kerjaan motret jadi tak sempat hadir ke gelaran International Coffee Day Banjarnegara yang digelar oleh BARAPI, sebuah komunitas kopi Banjarnegara yang sedang akfit mengadakan beberapa kegiatan.

Tak datang ke gelaran International Coffee Day, kami merayakan hari kopi internasional dengan sangat sederhana, kami ngopi bareng bertiga, yaitu Mba Vinda atau yang sering dipanggil Mrs. Vinda, beliau adalah pengajar Bahasa Inggris di Neutron dan di SMP N 2 Banjarnegara, kemudian ada Mba Radityas, beliau adalah calon pendamping desa, baru saja diterima namun belum mulai bekerja. Keduanya suka ngopi, Mba Vinda yang apa saja masuk, Mba Radityas yang lebih condong ke Robusta, kami bertiga ngopi di Serayu Adventure Indonesia disela kegiatan pemotretan tersebut. Kami tak memesan kopi di tempat tersebut karena kami bawa kopi sendiri, ada Robusta Karangkobar dan Arabika Kalibening, keduanya dari Banjarnegara. 
Mba Vinda dan Mba Radityas
Tak hanya ngopi saja.  kami pun ngobrol soal kopi, perkembangan kopi Banjarnegara yang saat ini sudah cukup baik dan sedang menjadi sorotan di beberapa tempat. Tak hanya itu, kami pun barter kopi untuk bisa lebih kaya lidahnya dalam menyicipi berbagai macam kopi. “Perayaan International Coffee Day ngopi bareng, ngobrolin kopi, tuker-tukeran kopi buat nambah khasanah cita rasa per-kopi-an Indonesia” ungkap Mba Vinda di story instagramnya @novindapitoyo  . Mba Vinda bawa kopi robusta Ki Oyo, kopi robusta dari Ciamis, Jawa Barat.
Kopi Robusta Ki Oyo, Ciamis, Jawa Barat
Selain perayaan hari kopi internasional yang kami bertiga lakukan, juga temen-temen pegiat kopi di Banjarnegara yang melangsungkan perayaan International Coffee Day di alun-alun kota Banjarnegara, Bapak Presiden Jokowidodo pun menggelar perayaan International Coffee Day dengan mendatangkan pelaku kopi dan juga artis yang dekat dengan perkopian Indonesia. Yang menjadi spesial di sini adalah salah satu tokoh di pekopian Banjarnegara, yaitu Ibu Murti, kepala desa sekaligus petani kopi Pegundungan, Pejawaran, Banjarnegara ikut di undang ke Istana Negara Bogor memenuhi undangan Bapak Presiden Republik Indonesia.
Bu Murti duduk bersebelahan dengan Pak Jokowi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *