KEDHANAKEDHINICOFFEE.COM – Kring… kring… kring… jika kalian membaca tulisan tersebut, dengan spontan akan membacanya dengan nada menyanyikan lagu anak-anak “kring… kring… kring… ada sepeda, sepeda roda tiga……”. Di sini bukan ingin membahas lagu anak-anak yang kini sudah mulai tergantikan dengan lagu Jaran Goyang Nella Kharisma atau Lagu Akad Payung Teduh, melainkan ingin membahas “Kring Kopi”, kopi keliling di area kota Banjarnegara yang menyediakan menu kopi lokal Banjarnegara nan nikmat.
gambar kiriman Mas Tiyo ( Barista Kring Kopi )
Kring Kopi ini hampir sama dengan kopi keliling di beberapa kota seperti Jogja, Jakarta, Semarang dan lain sebagainya, hanya saja tidak menggunakan istilah Koling ( Kopi Keliling ) karena nama tersebut sudah sangat banyak dipakai di beberapa wilayah. Penggunaan nama “Kring Kopi” karena ingin berbeda dengan kopi keliling yang sudah ada. “Awal mau kita namakan koling, cuma di daerah-daerah lain koling sudah biasa mas, kita cari nama lain biar punya ciri khas, ciri khas suara bel yang bunyinya ‘kring’, jadi kita sepakat dinamakan Kring Kopi” ungkap Mas Tio Susilo yang kerap di sapa Mas Tiyo sang barista Kring Kopi saat dihubungi kedhanakedhinicoffee.com melalui whatsapp belum lama ini.
Menu yang ditawarkan di Kring Kopi cukup bervariasi, mulai dari kopi hingga cokelat, namun lebih menekankan kopi lokal Banjarnegara sebagai suguhan yang patut untuk dicoba ketika berjumpa dengan Kring Kopi yang biasanya nongkrong di seputaran alun-alun Kota Banjarnegara. Namun bisa dibilang “Nunggu Berjodoh” untuk bisa bertemu dengan Kring Kopi, karena jadwal yang belum tentu, jadi untuk kalian yang pernah ngrasain gimana nikmatnya ngopi di Kring Kopi, adalah kalian yang masuk dalam kategori orang beruntung. 
Banjarnegara Kopi Konservasi
Jargon “Banjarnegara Kopi Konservasi” adalah jargon yang dibuat oleh Indonesia Power yang ingin menjadikan kopi sebagai alternatif untuk para petani di daerah utara Banjarnegara agar tanah di daerah pegunungan ( daerah utara ) lebih kuat dan tidak terbawa arus ke daerah bawah ( daerah kota ) yang dampaknya adalah terjadinya sedimentasi di bendungan/waduk Jendral Soedirman ( Waduk Mrica ), yang berdampak pada penuhnya bendungan Jendral Soedirman oleh lumpur. Kerjasama tersebut direspon baik antara pihak Indonesia Power, Petani dan Komunitas Kopi Banjarnegara “BARAPI” hingga salah satunya adalah terwujudnya Kring Kopi sebagai salah satu bentuk kerjasama tersebut.
Untuk temen-temen penyuka kopi yang ingin sharing tentang kopi sembari menikmati kopi-kopi lokal Banjarnegara baik robusta maupun arabika, silakan temukan Kring Kopi di sekitar alun-alun Kota Banjarnegara, kalian akan bertemu dengan barista nan ramah, ada Mas Tiyo dan Mas Astuko, yang kadang jika kalian beruntung akan disuguhkan dengan penampilan sulap dari Mas Astuko. Penasaran dengan Kring Kopi ? yuk pantau linimasa akun instagram @kringkopi & @barapibanjarnegara  , barangkali kalian tertarik bergabung bersama BARAPI.
Mas Arifinletop, Mas Astuko dan Mas Tiyo ( pegiat komunitas BARAPI dan Kring Kopi )


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *