KEDHANAKEDHINICOFFEE.COM – Ramadhan atau bulan puasa tahun 2016 menjadi awal pertemuanku dengan kopi-kopi di Warung Stasiun Banjarnegara. Dulu ke Warung Stasiun Banjarnegara masih sering pesan coklat panas atau es coklat andalan, namun tergantikan oleh kopi semenjak bulan ramadhan ketika Warung Stasiun Banjarnegara mencoba mengenalkan single origin kopi baik kopi lokal Banjarnegara maupun kopi-kopi Nusantara. Open Bar yang mereka suguhkan adalah sebagai salah satu cara mendekatkan penikmat kopi dengan kopi yang ada, sembari berjualan kopi juga sekaligus mengedukasi pengunjung agar lebih mengenal kopi dan seluk-beluknya.
foto : instagram @warungstasiun

Warung Stasiun Open Bar ?

Warung Stasiun open bar yang dimaksud adalah mereka membuka meja baru selain di dapur mereka, menunjukan proses penyeduhan kopi yang mereka tawarkan kepada pengunjung. Ketika itu ada seorang penyeduh atau yang lebih keren disebut Barista, namanya Abdul Aziz, dia dari Banjarnegara namun sudah punya beberapa pengalaman menyeduh di kota Gudeg, Yogyakarta.
Awal kali ketemu dan berkenalan dengan barista satu ini adalah ketika kunjungan perdana saya ke Open Bar Warung Stasiun sengaja nyoba ngopi sambil belajar dan tentunya nyari temen ngobrol yang barangkali bisa jadi temen atau bahkan rekan bisni. Dengan ramah dan dibilang doyan ngobrol, Abdul Aziz ini menawarkan beberapa kopi sembari sedikit demi sedikit menjawab pertanyaanku seputar kopi. Tak kalah dengan juragan Warung Stasiun, namanya Mas Arifin atau yang akrab disapa Mas Letop, sudah sering ketemu dan sering ngobrol bareng dia sehingga sudah tidak asing lagi malam itu.
foto : dokumentasi kedhanakedhinicoffe.com
Warung Stasiun menjadi salah satu pilihan tempat ngopi untuk teman-teman Banjarnegara maupun untuk teman-teman luar kota yang sedang berkunjung ke Banjarnegara. Beberapa kopi Banjarnegara ditawarkan disana dan siap memanjakan lidah kalian semua, seperti kopi Arabika Ratamba, Arabika Kalibening, Arabika Senggani dan juga beberapa kopi lain.
Pengunjung juga sesekali bisa mencoba menyeduh kopi sendiri didampingi barista yang ada di Warung Stasiun, mulai dari tubruk hingga menggunakan metode filter seperti v-60 dripper dan lain sebagainya. Untuk masalah harga, di Warung Stasiun harga kopi cukup terjangkau, kisaran Rp.8.000 hingga Rp.15.000 tergantung kopi dan metode penyajiannya.


foto : instagram @warungstasiun
Begitulah sedikit cerita saya tentang Warung Stasiun Banjarnegara, temen-temen yang suka ngopi bisa langsung mampir mencoba sensasi ngopi di Warung Stasiun Banjarnegara. Untuk kalian yang punya pengalaman seru atau rekomendasi tempat ngopi boleh juga share ke kami, siapa tau nantinya kami bisa berkunjung kesana, menuliskan pengalaman ngopi kami di sana.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *