KEDHANAKEDHINICOFFEE.COM – Ngopi ngopi ngopi ayo ngopi, nah kami ingin menulis tentang pengalaman kami ngopi di Queen Coffee Banjarnegara yang lokasinya dekat dengan kantor PLN Banjarnegara. Malam itu dapet whatsapp dari kak Imam yang kebetulan sedang bersama kak Dena ( ada yang kenal kak Dena ? dia model video klip Lapang Dada – Sheila on 7 ) umtuk ngopi bareng sembari ngobrol ringan hingga obrolan berat tentang kopi, tentang konservasi dan juga tentang lahan di daerah utara Banjarnegara ( Batur dan sekitarnya ) yang kondisinya sekarang bisa dibilang cukup memprihatinkan, perlu adanya upaya-upaya untuk mencegah hingga upaya konservasi lingkungan.
Suasana Kedai Kopi

Queen Coffee sering kali tutup, ya memang karena kesibukan beliau Pak Tri, juga karena memang konsep kedai kopi yang ditawarkan tidak seperti yang terjadi di kedai-kedai kopi biasanya yang bisa dibilang hanya mementingkan kuantitas atau istilahnya “yang penting ramai kedainya”. Beda dengan konsep dan pemikiran Pak Tri tentang kopi dan tentang kedai kopi miliknya ini, cukup idealis untuk perihal kopi dan tak mau main-main untuk urusan kopi. Beliau bercerita tentang bagaimana proses beliau belajar kopi yang sudah sekitar 6 tahun. “Aku di kopi sudah lumayan lama mas, sudah 6 tahun, sudah merasa paham dan benar di kopi, tapi 2 tahun yang lalu ketemu orang yang lebih paham tentang kopi, seketika seperti dicambuk, akhirnya sadar dan belajar lagi untuk upgrade ilmu kopi” begitu kira-kira ungkap Pak Tri menceritakan pengalaman menariknya soal kopi.

Pak Tri ( sebelah kanan )

Obrolan malam itu tak hanya soal menyeduh atau tentang bagaimana pangsa pasar kopi, tentang penilaian / scoring kopi, tentang ekspor kopi, dan juga kami berdiskusi tentang kopi yang konon katanya bisa menjadi salah satu upaya konservasi. Mengingat lahan di Dataran Tinggi Dieng dan sekitarnya yang kebanyakan adalah lahan tanaman kentang, sungguh mengkhawatirkan untuk segi keamanan dan keseimbangan lingkungan. Upaya-upaya beberapa teman-teman pegiat komunitas, yang berangkat dari musik, akhirnya mulai bergerak kesana-kemari mencari informasi lebih lengkap, mencari data-data yang nantinya bisa dikumpulkan, dipelajari bersama kemudian dicari solusinya. Wacana penananman kopi juga sedang kami bahas, kemarin sempat menemui beberapa pihak yang dekat dengan lingkungan dan kehutanan mendiskusikan seputar lahan dan pembibitan. Semoga gerakan kecil ini bisa tetap berjalan, semoga ada kerjasama dari berbagai pihak demi kelangsungan hidup yang aman, nyaman dan tidak merugikan petani-petani, karena mengajak petani kentang untuk beralih ke kopi itu sungguh bukan hal yang mudah. “Ngajak petani untuk nanem kopi itu sama susahnya dengan ngajak orang buat pindah Agama” ungkap kak Dena di obrolan malam itu.

peralatan kopi di Queen Coffee

Kembali ke obrolan dengan pak Tri, kedhanakedhinicoffee.com sempat bertanya “Pak, berapa pembagian prosentase pelaku kopi, dari awal hingga tersaji di cangkir kopi yang nikmat ?”. Sembari menikmati kopi Arabika Babadan diseduh dengan metode filter menggunakan v60 dripper, obrolan pun tak terasa lama, dari pukul 21:00 hingga hampir pukul 23:50. “Kopi dari petani 60%, roastery 30%, kemudian 10% nya penyeduh. Cuma beban moral paling besar di penyeduh” ungkap Pak Tri malam itu kepada kedhanakedhinicoffee.com . Untuk lebih dekat dengan Queen Coffee, silakan ikuti akun instagramnya di @queencoffeebanjarnegara .


2 thoughts to “Queen Coffee Banjarnegara dan Obrolan Soal Konservasi

  • Wildan Woodman

    Menarik, kumandan! Kemaren niatnya mau ambil tugas akhir tentang konservasi kopi di dataran tinggi, tapi akhirnya ganti judul karena masih miskin pengetahuan tentang kopi dan hubungannya dengan lingkungan. Kalau ada rencana project untuk mensejahterakan petani kopi di Banjarnegara tolong ajak saya ya, mungkin saya bisa bantu untuk desain bangunan atau tata lanskap.

    Reply
  • Kedhana Kedhini Coffee

    Wah ini menarik kak Wildan, temen-temen sedang mulai gerak (walaupun masih sedikit), sering pulang Banjarnegara kan ? berkabar jika nanti pulang, barangkali bisa diagendakan ngopi bareng sambil ngobrol ngalor ngidul yakkkk

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *